Jumat, 04 Februari 2011

Ki Tolod Meski Perih Namun Menyehatkan Mata


Manfaat 'Tanaman Kitolod' (Pengobatan Mata)
Siapa sangka tanaman liar yang tak terawat justru mempunyai manfaat yang luar biasa. Apa sih yang gak berguna di dunia ini???

Bunga ini biasanya tumbuh liar di sawah, ladang maupun di semak-semak. Malahan, tak tersadari mungkin kita pernah menginjak-injak atau membuang bunga ini begitu saja. Tanaman ini disebut "bunga Kitolod", orang jawa lebih mengenalnya dengan sebutan "bunga kintolo". Bentuknya panjang, warnanya putih mirip bunga melati (tapi bukan bunga melati).

Tanaman Kitolod ini ternyata berkasiat menyembuhkan sakit mata sejenis katarak, tumor mata, dan mata minus. Sebenarnya cara ini merupakan salah satu alternatif alamiah yang berasal dari negeri Cina. Memang jarang orang yang mengetahuinya. Dan beruntunglah saya telah mengetahuinya....hehehheee...*alhamdulilah*

Awalnya saya mengetauinya dari rekan saya (Firman), yang telah difonis terdapat tumor jinak di matanya dan diharuskan untuk operasi. *ngeri bo'...* Tapi rekan saya memilih untuk pengobatan alternatif dan disuruhlah mencari tanaman kitolod ini. Dengan perawatan yang rutin setiap pagi hari, maka bintil yang ada di matanya mulai menggeser dan mengecil.

Ada juga responden *telah mencoba* yang bertahun-tahun mempunyai minus (-), sehingga harus berkaca mata tebal dan telah berobat kesana kemari, sampai semakin tebal kaca matanya, akhirnya memutuskan untuk mencoba ramuan tanaman kitolod, dan alhamdulilah bisa sembuh total. Malahan sekarang kalo memakai kaca mata bikin pusing.

Tanaman Kitolod ini juga bisa dipakai untuk perawatan mata loh...."istilahnya pencucian bola mata" kale ya......jadi bukan hanya baju aja yang dicuci......mata juga perlu biar kinclong......hihiiii.... Jadi gak perlu nunggu sakit mata dulu. Bagi yang tidak bermasalah dengan mata, bisa juga pakek kok. apalagi yang suka didepan kompi tuh.....pasti sering kena radiasi layar kompi kan.....???

Setelah saya mencoba sendiri ramuan ini, barulah saya berani berbagi info ini pada pemirsa. Cara meraciknya gampang banget. Ups.....mulai dari mencabut bunganya, pilih bunga yang masih segar (lebih baik pagi hari). Cabut bunganya sampai pangkal akarnya. (jangan cuman diambil bunganya aja). seperti gambar disamping ini neh....... Di dalam tangkainya ini terdapat getahnya. Ada juga yang menggunakan secara langsung meneteskan getahnya ke mata. Dibuka ujung pangkal tangkainya, lalu langsung diteteskan getah itu pada mata.......

Kalo saya pakek cara yang diracik aja deh.....Yang pengen ngikut, simak baik-baik ya............
Jadi sebelum diracik, bunga kitolod dicelupkan ke air bersih dulu....

Peralatan yang harus disiapkan, mangkok/gelas, sendok makan, dan cepuk mata. Eeeiiitttt..., jangan lupa cuci tangan dulu sebelum meracik dan peralatannya pun harus bersih juga ya....

Cepuk mata ini bisa di beli di Apotek .


Masukan bunga Kitolod (3biji bunga kitolod untuk 2 pasang bola mata) tersebut dalam mangkok/gelas, lembutkan/haluskan bunga kitolod dengan sendok makan, lalu siram dengan air hangat yang telah mendidih (kira-kira 6 sendok makan). Diamkan sampai dingin.

Saring atau pisahkan ampasnya, lalu ambil air racikan tersebut dan masukan kedalam cepuk mata. Masukkan mata kedalam cepuk, dengan mengdip-ngedipkan mata. Tahan sampai 3 menit lalu angkat. Ulangi sampai 3x (masing-masing mata sama).

Perlu diperhatikan, celupan pertama pada mata rasanya daaassyyyaaaaaaaattt.......!!!!
hehehhe...perih banget! Siapkan tisu disamping anda, untuk mengusap ingus yang keluar nantinya. (kayak orang menangis)

Setelah selsai celupan mata yang ke tiga kali-nya (masing-masing mata). Segeralah mengaca. Jangan KAGET jika mata anda merah sekali dan terlihat akar matanya. (akan hilang dalam 10 menit saja). Rasakan setelah itu, penglihatan anda tampak cerah dan bening.

NB: Semakin pedih saat mencuci mata, berarti mata anda terdapat banyak bakteri. Yang mempunyai masalah dengan mata, lakukanlah rutin setiap hari. *InsyaALLAH* sembuh. Kalau hanya untuk perawatan saja, lalukanlah 3 hari sekali / 1 minggu sekali atau terserah anda lah......

*Ingat, kesembuhan hanyalah milik Allah SWT semata, kita hanya bisa berusaha*

Tapak Liman,Pendongkrak "Stamina"


Tapak Liman (Elephantophus scaber L.), tapak liman merupakan salah satu tanaman obat yang kini keberadaannya hamper punah,namun tanaman ini kerap digunakan oleh ibu hamil pada zaman dulu untuk mempercepat proses kelahiran. Sebab, tapak liman yang merupakan keluarga dari Compositae mempunyai sifat melicinkan. Bahkan beberapa peternak memberikan tapak liman pada sapi yang akan melahirkan.
Selain punya efek melicinkan, tapak liman juga bertindak sebagai peluruh kencing, penurun panas, peluruh dahak, antioksidan, dan penambah darah. Tapak liman juga berguna untuk mengatasi cacar air.
Beberapa Ramuan Tapak Liman:
• Kurang darah (anemia)
Satu genggam daun tapak liman dicuci hingga bersih. Tumbuk dan tambahkan air matang setengah cangkir. Kocok satu butir kuning telur dengan satu sendok makan madu. Lalu, campurkan kedua bahan tersebut. Minum ramuan satu kali sehari selama satu minggu.
• Cacar air
Temulawak berukuran dua jempol tangan dikupas dan dipotong-potong. Satu jari kencur dikerik, satu jari jahe dan satu jari kunyit dikupas dan dipotong-potong. Dua pohon tapak liman seutuhnya dicuci dan potong-potong. Satu sendok teh asam kawak. Satu sendok makan gula merah disisir halus.
Rebus semua bahan, kecuali gula merah, dengan empat gelas air di api kecil hingga air menyusut sampai setengahnya. Minum ramuan ditambah dengan gula merah, tiga kali sehari masing-masing setengah gelas.
• Demam akibat terlalu lelah
Rebus satu genggam daun tapak liman, satu genggam pegagan segar, dua jari temulawak yang telah dikupas dan dipotong-potong, satu sendok teh adas manis, dan satu jari pulosari dengan empat gelas air hingga menjadi dua gelas. Minum ramuan setengah gelas, tiga kali sehari.
• Demam biasa
Cuci bersih satu lembar daun pepaya muda, lima lembar daun waru muda, setengah genggam daun sembung kering, dua pohon tapak liman seutuhnya, tiga pohon kecil meniran segar, satu genggam pegagan segar, satu jari pule, dan satu jari kayu manis. Rebus semua bahan dengan empat gelas air hingga tersisa setengahnya. Minum tiga kali sehari, masing-masing setengah gelas.
• Keputihan
Satu pohon tapak liman segar seutuhnya dicuci bersih dan dipotong-potong. Ambil seperempat genggam sambiloto, seperempat genggam meniran, tiga lembar daun sirih, satu jari kunyit, dan satu jari temu kunci.
Rebus semua bahan dengan empat gelas air sampai menyusut setengahnya. Minum tiga kali sehari dengan dosis setengah gelas.
• Nyeri haid
Satu pohon tapak liman seutuhnya dicuci bersih dan dipotong-potong. Potong-potong dua jari temulawak, satu genggam daun sambang colok, satu sendok teh asam lama, satu jari kunyit, dan sisir halus satu sendok makan gula merah.
Rebus semua bahan dalam empat gelas air di api kecil hingga menjadi setengahnya. Minum tiga kali sehari sebanyak setengah gelas.
• Memperbesar payudara
Tumbuk hingga halus satu genggam daun tapak liman, satu genggam daun hareuga, dan satu buah pinang muda. Balurkan ramuan pada payudara, kecuali di bagian puting.

Aneka Resep Herbal untuk Berbagai penyakit


Berikut beberamuan tradisional untuk meningkatkan gairah suami istri :
a. Lengkuas dan mengkudu
• Bahan : 30 gr lengkuas merah, 1 buah mengkudu masak mengkal, 5 gr bubuk merica, 10 gr jahe, 5 gr garam, 2 butir telur ayam kampung.
• Cara membuat : Selain garam dan telur, bahan-bahan lain diaduk dan dicampur dengan 1 gelas air mendidih, lalu disaring dan dibagi menjadi 2 gelas. Setelah dingin, masukkan garam dan kuning telur ayam kampung pada masing-masing gelas serta diaduk merata.
• Aturan pakai : suami dan istri sama-sama minum 1 gelas.
b. Kunyit dan gingseng
• Bahan: 30 gr kunyit, 1 buah jeruk nipis, 1 gr gingseng halus, 1 sdm madu, 1 sdt bubuk lada hitam, anggur/tonikum/tape.
• Cara membuat : Ginseng halus diaduk dengan lada hitam dan madu. Rimpang kunyit dikupas, cuci, parut lalu peras. Air perasannya diambil dan dicampur dengan air jeruk nipis hingga warna air kunyit berubah. Campuran air ini dimasukkan kedalam adukkan gingseng, diaduk lagi hingga merata dan encerkan dengan cairan beralkohol.
• Aturan minum : 1 sdm ramuan setiap sore (cukup sekali).
c. Daun sembung dan kaki kuda
• Bahan : 20 gr daun sembung, 5 gr daun kaki kuda, 10 gr kumis kucing.
• Cara membuat dan penggunaannya : Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 1 liter air hingga mendidih. Minum 3 x sehari 1 cangkir.
d. Jahe merah dan lada hitam
• Bahan : 1 rimpang jahe merah, 20 gr biji adas, 1 sdt lada hitam, 1 butir telur ayam kampung, madu secukupnya.
• Cara membuat : Rimpang jahe merah dipotong tipis, direbus dengan 2 gelas air hingga tinggal 1 1/2 gelas. Saring dan masukkan biji adas yang sudah dihaluskan, aduk rata. Campurkan kuning telur dan madu secukupnya dalam ramuan tersebut, aduk rata. Minum selagi hangat.
• Aturan minum : 2 x sehari 3/4 gelas.
e. Merica hitam dan ginseng
• Bahan : 2 buah jeruk purut, 25 – 30 mrica hitam, 20 umbi gingseng jawa.
• Cara membuat : Jeruk purut diperas untuk mengambil airnya. Tambahkan merica hitam yang telah dihaluskan bersama umbi ginseng jawa.
• Ramuan ini diminum sehari sekali setelah makan bersama madu.
Sumber : Tabloit nakita


RAMUAN TRADISIONAL PENDUKUNG TERCIPTANYA KEHIDUPAN YANG HARMONIS
Berikut beberapa ramuan herba sebagai pendukung :
I. Meningkatkan stamina
Bahan :
• 1/2 gegngam pegagan segar
• 1/4 genggam sambiloto
• 1/4 genggam sembung
• 5 iris temulawak
• 1 ibu jari jahe
• 2 buah kencur
• 2 jari lempuyang wangi
• 3 jari lengkuas merah
Cara membuat dan pemakaian :
1. Cuci bersih semua bahan, potong-potong, rebus dengan 5 gelas air diatas api kecil.
2. Setelah air berkurang setengahnya, didhkan, lalu matikan api. Saring setelah dingin.
II. Obat kuat
Bahan :
• 2 ibu jari lengkuas segar
• 3 ibu jari jahe
• Sebutir ragi tape
• 2 buah jeruk nipis
• Garam sedikit
• 1/2 sdt merica
• 1/2 gelas air
Cara membuat dan pemakaian :
1. Cuci bersih lengkuas dan jahe, lalu parut, peras airnya dengan kain bersih.
2. Air perasan dicampur dengan ragi tape yang dihaluskan, air perasan jeruk nipis, garam, merica, dan air.
3. Aduk rata, minum secara berkala.
Sumber : Tabloit nakita



RAMUAN SARI RAPET
Berikut ini adalah ramuan sari rapet :
Resep I :
Bahan :
• 30 gr daun pepaya
• 10 gr adas
• 2 gr garam
Cara membuat dan pemakaiannya :
1. Daun pepaya dan adas dilumatkan, beri garam dan air mendidih 1/2 gelas. Saring dengan kain kasa, minum hasil saringannya setiap pagi dan sore @ 1 resep. Jika terlalu pahit, bisa ditambahkan sedikit madu.
2. Untuk menambahkan hasil yang lebih memuaskan, sebaiknya para istri sering-sering mengomsumsi rebusan daun pepaya muda sebagai pelengkap sayur.
Resep II :
Bahan :
• 10 gr bunga delima putih
• 15 kunyit
• 5 gr biji jinten
• 1 buah jeruk nipis
Cara membuat dan pemakaiannya :
1. Bunga delima, kunyit, dan biji jintan ditumbuk halus.
2. Seduh dengan air panas 3/4 gelas, aduk, saring.
3. Saat akan diminum, tambahkan air perasan jeruk nipis.
4. Minum ramuan ini sekaligus sehabis makan malam, 2 x sehari.
Sumber : Tabloit nakita



PERAWATAN VAGINA
Berikut beberapa ramuan herba perawatan vagina :
I. Agar vagina harum
Resep I :
Bahan :
• 5 gr daun pandan wangi
• 25 gr daun kemangi
• 10 gr daun kepel
• Garam dan gula merah secukupnya
Cara membuat dan pemakaian :
1. Rebus dengan semua bahan dala 1 liter air, saring dalam keadaan panas, minum sesukanya.
2. Makin sering minum ramuan ini, makin nyata efeknya.
Resep II :
Bahan :
• 10 gr daun beluntas
• 25 gr kunyit
• 10 gr asam
• Gula merah secukupnya
Cara membuat dan pemakaian :
1. Rebus semua bahan dalam 1 liter air, saring dalam keadaan panas.
2. Minum sesukanya. Makin sering diminum, makin nyata khasiatnya.
Catatan : Gula merah yang digunakan sebaiknya jangan gula kelapa, melainkan gula merah dari tanaman siwalan/lontar.
II. Vagina terlalu basah
Bahan :
• 30 gr daun pepaya
• 20 gr daun sirih
• 1 buah cabai hijau
• Asam kawak secukupnya
Cara membuat dan pemakainnya :
1. Cuci bersih semua bahan kecuali asm kawak, lalu tumbuk (tak perlu sampai halus).
2. Seduh dengan air panas 1/2 gelas bersama sedikit asam kawak. Saring.
3. Minum ramuan ini 2 x sehari, pagi dan malam sebelum tidur.
Sumber : Tabloit nakita


RAMUAN MENGHILANGKAN STERS
Berikut beberapa ramuan penghilang stres :
Resep I :
Bahan :
• 2 buah mahkota dewa tanpa biji
• 7 iris temulawak segar
• 3 lembar daun dewa
• 1/2 genggam pegagan segar
Cara membuat dan pemakaian :
1. Cuci bersih semua bahan.
2. Buah mahkota dewa diiris-iris, ambil daging buahnya.
3. Temulawak pegagan, dan daun dewa dipotong-potong.
4. Rebus semua bahan dalam 4 gelas air dengan api kecil, hingga air menyusut setengahnya.
5. Tambahkan gula merah secukupnya.
6. Minum sore hari 1 gelas. Sisanya dipanaskan kembali untuk 2 hari.
7. Jangan lupa tambahkan air 1 gelas.
Catatan : Biji mahkota dewa jangan digunakan karena beracun!
Resep II :
Bahan :
• 1 buah lobak
• Jeruk nipis
• Gula batu sedikit
Cara membuat dan pemakaiannya :
1. Lobak dikupas kulitnya, cuci bersih, potong-potong, lalu dibuat jus.
2. Tambahkan sedikit air perasan jeruk nipis dan gula batu.
3. Minum ramuan ini segaligus 1 x sehari.
Resep III :
Bahan :
• 6 butir cabai jawa
• 3 batang akar alang-alang
• 1 jari lempuyang emprit
• 1 genggam sambiloto
Cara membuat dan pemakian :
1. Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 4 gelas air hingga tinggal setengahnya, saring.
2. Minum 3 x sehari.

Meniran (Phylanthus niruri) tanaman Liar sejuta Manfaat


MENIRAN
Nama latin: Phyllanthus niruri L.
Nama daerah: Memeniran; Gosau na dungi; Gosau madungi roriha; Daun gendong anak
Deskripsi tanaman: Semak, tanaman semusim, tinggi 20-60 cm. Batang masif, bulat licin, tidak berambut, diameter 3 mm, berwarna hijau. Daun majemuk, berseling, anak daun 15-24, berwarna hijau, bentuk bulat telur, panjang 1,5 cm,lebar 7 mm, tepi rata, ujung tumpul, pangkal membulat. Bunga berwarna putih, tunggal, dekat tangkai anak daun. Buah kotak, bulat, diameter 2 mm, berwarna hijau keunguan. Biji kecil, keras, berwarna coklat.
Habitat: Meniran tumbuh liar di tempat lembab dan berbatu, seperti di sepanjang saluran air, semak-semak. Tumbuhan ini bisa ditemukan di daerah dataran rendah sampai ketinggian 1000 dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh tanaman
Kandungan kimia: Filantina; Hipofilantina; Kalium; Damar; Tanin
Khasiat: Membersihkan hati; Anti radang; Anti demam; Peluruh dahak; Peluruh haid; Penambah nafsu makan
Nama simplesia: Phyllanthi Herba

Daun sendok sampah berjuta manfaat


Daun Sendok

DAUN SENDOK
Nama latin: Plantago major L.
Nama daerah: Daun urat; Ekor angin; Ekor menjangan; Ki urat; Ceuli uncal; Meloh kiloh; Otot-ototan; Sembung otot; Suri pandak; Sang koba; Terongoat
Deskripsi tanaman: Tumbuhan terna tahunan, berkembang secara luar biasa dengan rimpang tegak, tinggi tanaman 60-80 cm.
Habitat: Tumbuh di tanah yang disinari matahari atau agak teduh, dipinggir-pinggir jalan berumput dan di lapangan rumput, di hutan atau tempat terbuka.
Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tanaman
Kandungan kimia: Lendir; Asam D-galakturonat; Pluntagon; ankobin(glikosid); Nivertin; Emulsin(enzim); Vitamin C; Alkaloida; Tanin; Minyak lemak
Khasiat: Anti inflamasi; Diuretik; Antipiretik; Ekspektoran
Nama simplesia: Plantaginis majoris herba

Resep tradisional:

Bisul:
Seluruh tanaman daun sendok 3 tanaman; air 2 gelas, Campuran direbus sampai diperoleh 1 gelas; disaring, Diminum sehari 1 kali 1 gelas.

Kudis:
Daun sendok segar 7 lembar; Daun sambiloto segar 7 lembar; air 2 gelas, Campuran direbus hingga diperoleh 1 gelas; disaring, Diminum sehari 2 kali; 1 gelas.

Batu ginjal:
Herba daun sendok segar 7 g; Akar alang-alang 7 g; Daun keji beling segar 2 g; Herba kumis kucing segar 6 g; Herba meniran segar 2 g; Air 130 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml; apabila dibuat pipisan; diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; diulang selama 14 hari.

Hepatitis dan Radang usus:
Herba daun sendok segar 1 genggam; Rimpang temu lawak segar 7 keping; Air secukupnya, Rimpang temu lawak segar disangrai; kemudian dipipis bersama herba daun sendok, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; diulang selama 7 hari sampai 14 hari.

Rematik:
Herba daun sendok segar secukupnya; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan pada bagian yang sakit; diperbaharui setiap 3 jam sekali.

Wasir:
Herba daun sendok segar 1 genggam; Daun wungu segar 7 helai; Air 100 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 14 hari.

Sabtu, 29 Januari 2011

Sekilas Tentang Bekam

Sekilas Tentang Bekam
"Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah ( bekam ) & fashdu ( venesection) ( HR. Buchori Muslim )"
Macam-macam Bekam
a. Bekam Basah yaitu mengeluarkan darah kotor dengan cara diambil darahnya pada titik yang dibekam dengan jarum steril
Cara bekam basah :
1. Pilih titik bekam berdasarkan kondisi pasien
2. Pilih gelas bekam berdasakan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar namun efeknya akan semakin baik
3. Bersihkan kulit yang akan dibekam dengan alkohol / desinfektans
4. Tunggu selama kuarang lebih 3-5 menit sampai darah keluar
5. Bekam lagi sebanyak 3-5 menit sampai keluar cairan putih dari kulit
6. Oles bekas bekam dengan minyak habbatus sauda ( jinten hitam )
7. Lakukan setiap bulan / setiap 2 minggu bagi yangf penyakitnya parah
b. Bekam Kering yaitu bekam yang tidak mengeluarkan darah dari tubuh
Cara bekam kering :
1. Pilih titik bekam berdasarkan kondisi pasien
2. Pilih gelas berdasarkan tingkat penyakit & postur tubuh
3. Pijat yang dibekam dengan dilumuri minyak zaitun / minyak jinten hitam kurang lebih 5 menit
4. Biarkan 10 menit bagi pria, 7 menit bagi wanita & 3 menit untuk anak-anak
5. Lepas gelas pijat kembali dengan minyak zaitun selama 2-3 menit menghialngkan bercak-bercak hitam / blister
6. Lakukan denan 7 kali bagi dewasa, 5 kali bagi anak-anak diselingi masa tenggang 3 hari
c. Bekam cepat yaitu bekam dengan cara tarik lepas secara cepat pada bagian yang sulit di bekam
d. Bekam seliuncur yaitu metode bekam yang mana gelas bekam diseluncurkan di atas permukaan kulit yang rata
Mendiagnosa penyakit dengan bekam
Mendiagnosa bekam dapat dilihat dari warna pigmen bekas bekam, reaksi pigmen pada bekas bekam, antara lain :
1. Bekam berbekas warna ungu kegelapan / ungu kehitaman menunjukkan pasokan darah & saluran pembuluh darah tidak lancar disertai dengan darah beku
2. Bekam berbekas warna ungu disertai bercak/ flek menunjukkan gumpalan darah
3. Bekam berbekas bintuk-bintik ungu yang tersebar denga tingkatan yang berbeda, ungu tua ataupun ungu muda menunjukkan kelainan "Qi"
4. Bekam berbekas warna merah gelap menunjukkan lemak di dalam darah tinggi
5. Bekam berbekas warna merah cerah menunjukkan terjadinya defisiensi "yin", defisiensi Qi" dan darah atau rasa panas yang dsyat yang diinduksi oleh defisiensi "yin"
6. Bekam berbekas warna wqarna putih pucat menunjukkan defisiensi dingin disertai panas patogen
7. Muncul uap air di dinding gelas bekam menunjukkan gas patogen pada area tersebut
8. Muncul garis-garis pecah dan dipermukaan bekas bekam sedikit terasa gatal, hal ini menunjukkan lembab patogen & gangguan gas patogen
9. Adanya lecet pada bekas bekam menunjukkan adanya gas yang parah pada tubuh, merupakan reaksi gas racun
Yang perlu diperhatikan di dalam bekam :
1. Pastikan gelas bekam sudah steril & higienis
2. Untuk pasien yang belum pernah dibekam sebelumnya, tanyai bagaimana kondisi, pusing, mules, atau pingsan, segera hentikan jika pasien kesakitan
3. Setelah bekam diharapkan beristirahat cukup
4. Sebagian orang merasakan suhu badannya naik setelah 1-2 hari setelah bekam, itu normal dan akan segera hilang
5. Pasien yang menderita penyakit menular atau infeksius agar diberikan perhatian khusus. Bagi penderita infeksius , diharapkan gelas bekam disendirikan
6. Pasien yang menderita tekanan darah rendah harus diperlakukan ekstra dan hati-hati
7. Pasien yang mengalami mental stres, ketakutan, mual dan gejala mental lainnya, dihentikan peembekaman dan pasien disuruh berbaring santai
Larangan-larangan Bekam :
1. Jangan membekam langsung setelah makan, minimal 2 jam setelah makan. Setelah selesai bekam langsung makan tapi minum yang manis-manis
2. Jangan membekam luka, urat sendi, patah tulang, varises, tumor, wanita haid & nifas
3. Jangan membekam penderita hepatitis, hemofilia, malignant, anemia, kecuali yang berpengalaman
4. Perut kekenyanagan, haus, lapar, kelelahan, lemah, demam tidak boleh dibekam
5. Jangan membekam orang jompo & dan anak-anak di bawah 3 tahun
6. Jangan membekam pendertia penyakit kulit yang merata / alergi
7. Bekam basah tidakdianjurkan pada penderita leukimia
8. Bekam jangan dilakukan penderita diabetes kecuali ahli & berpengalaman
9. Bekam basah tidak boleh dilakukan pada penderita penyakit diabetes kecuali ahli & berpengalaman
10. Penderita klep jantung tidak boleh dibekam kecuali di bawah pengawasan dokter / ahli bekam
11. Jangan membekam orang yang mengkonsumsi pengencer darah seperti pace
12. Jangan membekam wanita hamil 3 bulan pertama
13. Jangan membekam yang baru kecelakaan / memberikan donor
14. Jangan membekam di ruangan yang dingin, tapi di ruangan yang bersuhu normal / hangat
15. Setelah mandi tidak boleh dibekam, apalagi mandi dengan air dingin. Tapi setelah bekam dianjurkan mandi setelah 2 jam dengan air hangat

PENELITIAN BEKAM DI JERMAN : Pengaruh Terapi Hijaamah (Bekam Tradisional) Terhadap Pasien Sindrom Terowongan Karpal).
Sindrom Terowongan Karpal (CTS = Carpal tunnel syndrome) adalah salah satu kondisi paling umum yang mengenai saraf tangan dan menyebabkan keluhan sakit/nyeri, mati rasa (baal), keluhan panas seperti terbakar atau rasa kesemutan di tangan dan jari. Artikel berikut ini diambil dari Science Daily menjelaskan sebuah temuan studi yang menunjukkan bagaimana terapi hijaamah (Bekam/cupping therapy) dapat mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh kondisi tersebut.
Carpal Tunnel adalah terowongan kecil yang membentang dari bagian bawah pergelangan sampai ke telapak tangan.Kumpulan Saraf dan tendon yang berfungsi mengontrol sensasi dan gerakan tangan anda melewati terowongan karpal ini. Saraf dan tendon tersebut dilindungi oleh beberapa tulang serta ligamentum.
Pada kasus CTS, ruang di dalam terowongan karpal tersebut menyusut, mengakibatkan kompresi/penekanan terhadap saraf dan menimbulkan keluhan sakit dan mati rasa.
Rincian penelitian :
Michalsen A, Bock S, Lüdtke R, et al. Effects of Traditional cupping Therapy in Patients With Carpal Tunnel Syndrome: A Randomized Controlled Trial. Volume 10, Issue 6, Pages 601-608 (June 2009).
“ Terapi Bekam Mengurangi keluhan sakit kasus Sindrom Terowongan Karpal
Sebuah penelitian di Jerman yang diterbitkan dalam The Journal of Pain menunjukkan bahwa teknik penyedotan eksternal yang terutama banyak digunakan di luar AS, (disebut Terapi Bekam/cupping therapy), efektif untuk mengurangi sementara keluhan rasa sakit dari Sindrom Terowongan Karpal (CTS).
Peneliti dari Rumah Sakit Immanuel Berlin membagi secara acak lima puluh dua pasien CTS ke dalam kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan mendapatkan terapi hijaamah/Bekam basah di atas permukaan otot trapezius (musculus trapezius) kemudian diberikan 5-10 tusukan menggunakan lancet steril. Setelah kop bekam diletakkan di atas permukaan kulit lalu dilakukan sebuah vakum parsial menggunakan alat hisap Elektromekanik ataupun manual dengan pompa.
Tehnik Hijaamah ini digunakan sebagai metode pengobatan di Cina, India, Arab, Eropa Tengah dan di beberapa wilayah Afrika. Hijaamah dilakukan pada wilayah “segitiga bahu(shoulder triangle)” merupakan tempat jaringan ikat di daerah bahu-leher. Cara ini diyakini dapat meningkatkan mikrosirkulasi darah sehingga membantu meringankan gejala CTS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien CTS yang mendapatkan terapi hijaamah mengalami penurunan keluhan nyeri dan gejala lainnya yang sangat signifikan. Perawatan tunggal mampu meningkatkan kemampuan fungsional dan kualitas hidup pasien selama seminggu. Para penulis menjelaskan penyebab didapatkannya efek positif terapi tersebut karena tiga kemungkinan :
* Penyedotan darah lokal menyebabkan perbaikan perfusi jaringan serta bertambah baiknya metabolisme sehingga dapat memingkatkan fungsi saraf medianus.
* Hijaamah kemungkinan memiliki efek antinociceptive
* Terapi Hijaamah seoertinya bisa menghasilkan efek plasebo yang kuat.
Pasien sangat nyaman dengan metode pengobatan tersebut. Dalam praktek klinis, terapi hijaamah dapat dilakukan dengan mudah dan berulang kali. Penulis berharap dilakukan penelitian lanjutan untuk menilai efek dan pengaruh jangka panjang terapi hijaamah untuk mengurangi keluhan rasa sakit CTS.
SUMBER URL :
http://www.healthymuslim.com/articles/npgrt-cupping-therapy-alleviates-carpal-tunnel-syndrome-pain.cfm
* * *
Sindroma Terowongan Karpal
Pendahuluan
Salah satu penyakit yang sering mengenai nervus medianus adalah neuropati tekanan/ kompresi. Di pergelangan tangan, nervus medianus berjalan melalui terowongan karpal (carpal tunnel) dan menginnervasi kulit telapak tangan dan punggung tangan di daerah ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan setengah sisi radial jari manis. Pada saat berjalan melalui terowongan inilah nervus medianus paling sering mengalami tekana yang dapat menyebabkan terjadinya neuropati tekanan yang dikenal dengan istilah Sindroma Terowongan Karpal (STK).
Tahun 1988, Wibowo melakukan studi prospektif pasien STK di Jakarta dan mendapatkan 58 pasien, yang teridri dari 8 laki-laki dan 50 wanita dengan usia terbanyak 46-59 tahun. Wanita yang menderita STK 2-5 kali lebih banyak daripada laki-laki.
Definisi
STK merupakan neuropati tekanan pada saraf medianus dalam terowongan karpal pada pergelangan tangan, disebabkan tekanan mekanis oleh suatu gerakan berulang dan ritmis.
Anatomi
Rongga karpal dibatasi oleh dinding kaku yang dibentuk oleh tulang dan sendi carpal serta ligamentum carpal transversum (fleksor retinakulum) yang tebal. Terowongan carpal dibatasi oleh tulang distal radius, lunatum, dan capitatum di sisi dorsal; tulang skaphoid, jaringan fibrous untuk terowongan fleksorcarpiradialis di sisi radial; tulang triquetrum dan ligamentum pisohamatum di sisi ulnar; ligamentum carpal tranversum yang tebal membentang dari tulang pisiform ke skaphoid-trapezoid di sisi polar. Carpal tunnel berisi ligamentum fleksor digitorum superfisialis dan profundus, flexor pollicis longus, dan n. medianus yang lebih ke radial.
Fisiologi
Persarafan tangan terdiri atas saraf radialis, medianus, dan ulnaris. Dari ketiga saraf ini hanya saraf medianus yang melewati terowongan carpal, sehingga pada STK menimbulkan gangguan fungsi saraf medianus dari terowongan carpal ke distal, walaupun rasa nyerinya dapat dirasakan sampai ke arah proksimal di leher tempat saraf medianus berasal. Selain fungsi motoris dan sensoris, saraf medianus juga merupakan saraf simpatis, sehingga ketiga fungsi ini dapat terganggu pada STK.
Patogenesis
Ada beberapa hipotesis mengenai patogenesis dari STK. Sebagian besar berpendapat bahwa faktor mekanik dan vaskuler memegang peranan penting dalam terjadinya STK.
Sebagian besar STK terjadi perlahan-lahan (kronis) akibat gerakan pada pergelangan tangan yang terus-menerus sehingga terjadi penebalan atau tenosinovitis pada fleksor retinakulum, yang menyebabkan tekanan terhadap nervus medianus. Tekanan yang berulang-ulang dan lama akan mengakibatkan peninggian tekanan intrafasikuler. Akibatnya aliran darah vena intrafasikuler melambat. Kongesti yang terjadi ini akan mengganggu nutrisi intrafasikuler lalu diikuti oleh anoksia yang akan merusak endotel. Kerusakan endotel ini akan mengakibatkan kebocoran protein sehingga terjadi edema epineural. Hipotesis ini menerangkan bagaimana keluhan nyeri dan sembab yang timbul terutama pada malam/ pagi hari akan berkurangsetelah tangan dikibaskan atau diurut (mungkin akibat terjadinya perbaikan sementara pada aliran darah). Apabila kondisi ini terus berlanjut, akan terjadi fibrosis epineural yang merusak serabut saraf. Lama-kelamaan saraf menjadi atrofi dan digantikasn oleh jaringan ikat yang mengakibatkan fungsi nervus medianus terganggu secara menyeluruh.
Pada STK akut biasanya terjadi penekanan yang melebihi tekanan perfusi kapiler sehingga terjadi gangguan mikrosirkulasi dan timbul iskemik saraf.
Etiologi
1. Trauma langsung ke carpal tunnel yang menyebabkan penekanan, misalnya Colles frakture, edem akibat trauma.
2. Posisi pergelangan tangan, misalnya fleksi akut saat tidur, imobilisasi pada posisi fleksi dan deviasi ulnar yang cukup besar.
3. Trauma akibat gerkan fleksi-ekstensi berulang pergelangan tangan dengan kekuatan yang cukup seperti saat mencuci.
4. Tumor atau benjolan yang menekan carpal tunnel.
5. Edem akibat inflamasi, kehamilan, atau infeksi
6. Osteofit sendi carpal akibat proses degenerasi.
7. Kelainan sistemik seperti : obesitas, DM, tiroid,dll..
Gambaran Klinis
1. Nyeri di tangan yang biasanya timbul malam/ pagi hari. Penderita sering terbangun karena nyeri dan berusaha mengatasi keluhannya dengan menggerak-gerakan tangan atau mengurutnya. Nyeri berkurang saat istirahat dan bertambah pada aktivitas yang melibatkan pergelangan tangannya.
2. Rasa baal, kesemutan, pada jari-jari ke 1,2,3, dan 4 sisi radial.
3. Kadang nyeri sampai lengan atas dan leher , tapi rasa baal, kesemutan hanya pada distal pergelangan tangan saja.
4. Jari-jari, tangan, dan pergelangan tangan edem pada pagi hari dan menghilang setelah mengerjakan sesuatu.
5. Gerakan jari kurang terampil.
6. Otot telapak tangan mengecil.
Diagnosis
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan fisik berupa : Flick’s sign, thenar wasting, menilai kekuatan otot, wrist extension test, phalen test, torniket test, tinel sign, pressure test, luthy sign, pemeriksaan sensibilitas, pemeriksaan fungsi otonom.
3. Pemeriksaan radiologis, dengan sinar X pada pergelangan tangan.
4. Pemeriksaan laboratorium, untuk mengetahui etiologi.
Diagnosis Banding
1. Cervical radiculopathy, biasanya keluhan berkurang bila leher diistirahatkan dan bertambah bila leher bergerak. Distribusi gangguan sensorik sesuai dermatomnya.
2. Pronator teres sindrom
3. de Quervain sindrom.
Terapi
1. Terapi langsung terhadap STK, berupa terapi konservatif dan terapi operatif.
2. Terapi terhadap keadaan atau penyakit yang mendasari STK.
Prognosis
Prognosis STK cukup baik, tetapi risiko kambuh masih ada.
Daftar Pustaka
1. Asnawi dan Margono. 2007. Gambaran Umum tentang Neuropati. In : Kapita Selekta Neurologi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
2. Ginsberg, Lionel. 2008. Lecture Notes Neurologi. Ed : ke-8. Jakarta: Penerbit Erlangga.
3. Mardjono dan Sidharta. 2008. Neurologi Klinis Dasar. Jakarta: Dian Rakyat.
4. Ngoerah, I Gusti. 1991. Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Saraf. Surabaya: Airlangga University Press.
5. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. 1996. Buku Ajar Neurologi Klinis. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
6. Price dan Wilson. 2006. Patofisiologi Konsep Klinis Prose-Prose Penyakit. Ed: Ke-6. Jakarta: EGC.
7. Tonam, dkk. 2004. Kisi-Kisi Neurologi. Jakarta: BPFKUI.
SUMBER : http://ackogtg.wordpress.com/2009/03/12/sindroma-terowongan-karpal.

Jumat, 28 Januari 2011

Kiat melangsingkan tubuh dengan tanaman Oba

RAMUAN HERBAL GUNA MELANGSINGKAN TUBUH
Kiat untuk melangsingkan tubuh bagi kaum wanita , beberapa ramuan yang dapat dapat dipergunakan antara lain:
1. Ramuan I
Bahan-bahan
Dua jari temu giring, dua jari kunyit, dua jari kencur, satu jari temulawak, sepuluh butir bunga cengkih kering, satu sendok teh adas, dua batang kayu manis, jeruk nipis, madu, dan gula aren secukupnya.
Cara membuat
Kupas semua bahan dan cuci hingga bersih. Temulawak, temu giring, kunyit, dan kencur ditumbuk, tetapi jangan terlalu halus. Semua bahan dicampurkan menjadi satu dan tambahkan dua gelas air, lalu rebus sampai airnya tersisa satu gelas dan disaring. Air hasil saringannya ditambah dengan perasan jeruk nipis, madu, dan gula aren secukupnya.
Cara memakai
Ramuan ini diminum sekali sehari sebanyak seperempat gelas, pada sore hari.
2. Ramuan II
Bahan-bahan
Setengah bagian kulit delima putih, satu butir majakan, sepuluh butir bunga cengkih, sepuluh butir kemukus, satu buah cabe jawa, satu sendok teh adas, dua batang kayu manis, dua jari kunyit, dua jari kencur, dan dua jari temulawak
Cara membuat
Kunyit, kencur, dan temulawak ditumbuk, tetapi jangan terlalu halus. Kemudian campurkan dengan bahan-bahan lain dan tambahkan dua gelas air. Rebus dan biarkan hingga air tersisa satu gelas, lalu saring. Sebelum diminum, air hasil saringan ditambahkan gula aren, madu, dan perasan air jeruk nipis secukupnya.
Cara memakai
Ramuan ini diminum satu kali sehari sebanyak seperempat gelas.